Enceng gondok adalah tanaman yang tumbuh dengan sangat cepat, tergolong invasif, serta dapat menghambat pergerakan air.
Namun, selain dianggap sebagai gulma invasif, ternyata enceng gondok dapat dimanfaatkan juga sebagai salah satu  bahan dasar keramik.
Hal tersebut telah dibuktikan oleh penelitian dari Universitas Diponegoro, yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati dari Fakultas Teknik, yang berhasil mengekstrak selulosa dalam enceng gondok dan mengubahnya menjadi salah satu bahan dalam pembuatan keramik (3D Wall Tiles).
Bukan hanya itu.
Berkat penemuan dari Universitas Diponegoro dan atas kerja sama dengan Nuansa Porselen Indonesia sebagai salah satu produsen keramik di Jawa Tengah, keramik (3D Wall Tiles) yang dihasilkan memiliki kemampuan untuk meredam suara yang dapat digunakan untuk bangunan komersial.
Oleh karena itu, pemanfaatan enceng gondok tidak hanya memberikan alternatif yang berkelanjutan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadi sebuah solusi dalam menjawab tantangan lingkungan yang kian hari kian mengkhawatirkan.